Home refleksi
“Kadang yang paling dewasa bukan bertahan, melainkan berhenti mengejar.Sebab tidak semua yang pergi perlu dikejar—sebagian hanya perlu dilepas dengan hormat.”
Pagi di Jakarta itu selalu punya cara sendiri untuk terlihat “baik-baik saja”. Seolah kemacetan, target, notifikasi, dan janji-janji rapat yang
“Sifat manusia bukan paling mudah terbaca saat ia sedang bahagia—melainkan saat ia kecewa, saat ia tidak diuntungkan, saat ia merasa
“Kadang, bentuk sayang paling dewasa adalah menjauh—bukan karena benci, tapi karena hidupmu tidak boleh jadi tempat sampah bagi racun orang
“Yang kita kejar seringkali bukan masa depan, melainkan bayangan diri yang kita takut kehilangan. Berhentilah berlari sebentar; dengarkan apa yang
“Sahabat sejati tidak datang untuk mengubah hidupmu, melainkan menjaga agar kamu tetap menjadi dirimu yang terbaik.” . Senja di Jakarta