Home refleksi hidup Halaman 6
“Cinta tak selalu berawal dari tatapan, kadang dari keheningan yang saling memahami.” . Pagi datang tanpa nama. Di ruang kerjanya
“Yang kau cari ke luar ternyata tinggal di dalam. Karena terlalu dekat, ia bersembunyi seperti kunci di saku sendiri—terasa, tapi
“Kadang kita merasa paling penting, padahal semesta tetap berjalan tanpa pernah menunggu kita. Tinggal kita: mau bertahan dalam rasa—atau mulai
“Kehadiran adalah bisikan lembut yang sering kita abaikan, hingga keheningan mengajarkan betapa riuhnya arti kehilangan.” “Kehadiran sejati tak diukur dari
“Takdir berjalan tanpa jadwal. Hari tua belum tentu singgah, namun kematian selalu tahu alamatnya.” . Kota yang Menelan Napas Jakarta,
“Semakin jauh kau melangkah, semakin jelas kau mendengar:kebahagiaan bukanlah apa yang menempel di badanmu,melainkan apa yang kau lepaskan dari dalam