Yang Diam-Diam Menulis Nasib Kita “Nasib jarang datang mengetuk pintu sebagai sebuah peristiwa besar. Ia lebih sering menyelinap sebagai sesuatu
“Tidak semua kegagalan meminta kita kembali menang. Sebagian hanya meminta kita pulang sebagai manusia yang berbeda.” , Pukul 05.47 pagi,
“Kesempatan kedua bukanlah kesempatan untuk mengulang hidup yang sama. Ia datang agar kita berani memperbaiki sesuatu yang pada kesempatan pertama
“Kita mulai menjadi kecil pada hari ketika merasa terlalu besar untuk mendengarkan.” . Senin, pukul 07.12. Hujan baru saja selesai
“Kita terlalu sering berkata ‘nanti’ kepada orang-orang yang kita cintai, seolah-olah hidup pernah berjanji menyediakan hari esok.” . Senin pagi
“Di dalam laporan perusahaan, manusia disebut headcount. Di rumah, seseorang menyebutnya ayah, ibu, suami, istri, atau anak yang sedang ditunggu