The Great Resignation: Ketika Pergi Bukan Kalah, Melainkan Pulang kepada Diri Sendiri . “Tidak semua orang yang meninggalkan kursinya sedang
“Ada luka yang tidak pernah mencari suara,tapi diam-diam tumbuh menjadi gema di dalam dada.” . Malam itu, Jakarta tidak sedang
“Kadang yang membuat kita kuat bukan ambisi, melainkan sel-sel kecil di dalam diri yang diam-diam tetap bekerja—meski hati sudah hampir
“Kebebasan paling sunyi adalah ketika kamu berhenti menjadikan penilaian orang lain sebagai alamat pulangmu.” . Pagi di kota selalu dimulai
“Kenyang itu bukan cuma urusan perut. Ada jiwa yang juga bisa kelaparan—ketika yang kita tonton, kita dengar, kita baca, dan
“Ada harga yang tak boleh ditawar: harga dirimu sendiri.Sebab hidup yang tenang sering lahir dari keputusan yang membuatmu berdiri sendirian.”