Home kehidupan perkotaan Halaman 3
“Pada usia tertentu, hidup tidak lagi menuntut kita menjadi benar. Ia hanya meminta kita jujur.” . Jam kota menyala di
“Ada bab yang harus ditutup bukan karena kalah, melainkan karena kita akhirnya memilih bernapas.” . Malam itu Jakarta seperti menahan
Ada hidup yang rapi di kalender, tetapi berantakan di dada. Kita pandai menamai target, tapi gagap menyebut ‘pulang’. . Di
“Kadang yang paling mewah bukan yang kita kejar, melainkan yang masih bisa kita lakukan: melihat, berjalan, bernapas, dan tidur dengan
“Lingkungan kerja yang sehat bukan sekadar soal gaji;ia adalah ruang bernapas di mana manusia boleh tumbuh tanpa kehilangan dirinya sendiri.”
“Berhentilah terlalu pengertian pada situasi yang tak pernah mempertimbangkanmu.Kebaikan adalah anugerah, bukan kewajiban. Arahkan kembali hangatmu kepada mereka yang memantulkannya.”