“Semakin dewasa, kita belajar bahwa rumah tidak selalu runtuh karena badai dari luar. Kadang ia retak pelan-pelan karena uang, warisan,
“Tidak semua cahaya datang dari lampu jalanan.Ada yang lahir dari dada yang lelah,tapi tetap memilih menerangi orang lain dulu.” .
“Kadang, kita tidak benar-benar jatuh; kita hanya lupa menurunkan gengsi ketika sedang belajar berjalan ulang.”“Rumah paling sunyi bukan yang tanpa
“Yang kau cari ke luar ternyata tinggal di dalam. Karena terlalu dekat, ia bersembunyi seperti kunci di saku sendiri—terasa, tapi
“Kadang kita baru mengenal wajah asli seseorang saat kita rela pura-pura tak paham, pura-pura kalah, dan pura-pura menunggu. Di sanalah
“Jika takdir meletakkan setangkai mawar di tengah tumpukan duri, bukan berarti kita harus menggenggam semuanya. Cukup petik harumnya, lalu berjalanlah