“Sepanjang hidup, manusia mengumpulkan sesuatu untuk menjamin hari esok. Namun, ketika hari esok datang membawa kehilangan, barulah ia mengetahui mana
“Ada lelaki yang dikenal dari tempat ia berdiri. Ada pula lelaki yang baru dikenali setelah orang-orang melihat sejauh apa ia
“Hati yang matang bukan hati yang tak pernah marah, melainkan hati yang tahu kapan harus mengalah, kapan harus bergeser, dan
“Ada hati yang tidak pecah karena kerasnya hidup,melainkan karena terlalu lama berpura-pura kuat.Dan ada jiwa yang akhirnya sembuh,bukan karena dunia
“Yang paling berbahaya bukanlah kehancuran yang terlihat,melainkan keteraturan yang tak lagi bertanya untuk apa ia dijaga.” . Jayeng selalu percaya,
“Diam bukan berarti kalah. Ia hanya menunda, sampai waktunya tiba untuk menjawab dengan bukti.” . Langit Jakarta siang itu seperti