“Yang paling berbahaya bukanlah kehancuran yang terlihat,melainkan keteraturan yang tak lagi bertanya untuk apa ia dijaga.” . Jayeng selalu percaya,
“Diam bukan berarti kalah. Ia hanya menunda, sampai waktunya tiba untuk menjawab dengan bukti.” . Langit Jakarta siang itu seperti
“Aksi itu obat. Impian hanya sembuh kalau kau melangkah.Jangan menunggu tenang untuk bergerak; bergeraklah agar hatimu tenang.” . Malam di
“Jangan terpesona oleh jabatan; terpesonalah oleh daya juang yang sabar dan cara berhenti yang tepat. Pada akhirnya, nilai manusia diukur
“Kamu tidak akan pernah menemukan orang yang sama dua kali, bahkan di orang yang sama sekalipun.” . Malam itu Surabaya
“Ilmu tanpa budi pekerti ibarat cahaya yang menyilaukan, namun membutakan mata hati.” . Hujan tipis menutup langit Jakarta sore itu.