“Kerja yang baik bukan soal tampak sibuk, melainkan bagaimana hati ikut bekerja: jujur, tekun, dan tetap berdaya meski badai datang.”
“Setiap hari ada bagian diri yang pergi; yang tinggal belajar menyambut yang baru. Bila tak lagi mengenali cermin, mungkin itulah
“Pemimpin bukan yang paling lantang, melainkan yang paling sanggup menenangkan.”“Aja rumangsa bisa, nanging bisa rumangsa.” . Malam di kota itu
“Yang tak terucap sering lebih berisik daripada kata-kata. Dengarkan yang diam, sentuh yang tak kelihatan.” . Pagi itu, kota masih
“Tidak semua pemberian punya harga; sebagian hanyalah tangan yang tak tega melihat orang lain jatuh.” . Pagi di kota selalu
“Urip iku urup: hidup berarti ketika kita menyalakan cahaya pada hidup orang lain—meski koreknya berasal dari saku yang sama-sama pas-pasan.”