“Yang kita pegang adalah ikhtiar, yang kita lepaskan adalah hasil.Apa yang kita rawat, akan pulang sebagai buah.Apa yang kita abaikan,
“Tidak semua yang hadir di hidupmu pantas kau selamatkan.Ada yang dititipkan untuk diajari, ada yang dihadirkan untuk menguji,dan ada pula
“Di gelap, cahayamu yang kecil mungkin lebih berarti daripada terangku.” . Pagi di Jakarta Selatan tidak pernah benar-benar pagi; ia
“Kesalahan itu bukan dirimu; ia hanya jejak di tanah basah. Keringkan kakimu, lalu berjalanlah lagi—pelan saja, asal ke arah pulang.”
“Damai sering lahir bukan ketika kita menang berdebat, melainkan saat kita berhenti memaksa dipahami dan memilih berjalan dengan langkah yang
“Yang tampak besar sering menang karena yang kecil memilih diam.Tapi diam yang jujur, kelak menemukan suaranya sendiri.” . Hujan datang