“Di kota, suara paling bising bukanlah klakson atau mesin kafe—melainkan bisik hati yang menuntut pulang: pada diri yang pernah kita
“Jarak bukan hukuman; jarak adalah cara kita menjaga martabat—diri sendiri dan orang lain.” “Jangan memaksa dekat pada yang bergegas menjauh.
“Yang hilang bukan rumah, tapi peta—tentang siapa yang bisa dititipi anak, di mana suara air mengalir, dan bagaimana cara manusia
“Kita pulang bukan ke alamat, melainkan ke versi diri yang akhirnya berani.” . Petang turun seperti kain tipis di antara
“Di kota, luka tak selalu berdarah; kadang ia berwujud rencana yang tak jadi—dan keberanian adalah cara kita menepati janji pada
“Yang kita kejar sering hanya bayangan dari yang pernah hilang; yang kita peluk akhirnya adalah diri yang berani kembali pulang.”