Home Cerpen Urban Halaman 3
“Kita sering mengira masa depan berada di ujung kota, padahal ia diam-diam tumbuh di dalam dada: pada keberanian meminta maaf,
“Yang kita kejar seringkali bukan masa depan, melainkan bayangan diri yang kita takut kehilangan. Berhentilah berlari sebentar; dengarkan apa yang
“Di kota, yang paling bising bukan sirene atau pasar, melainkan hati—yang meminta dipahami sebelum meminta dimenangkan.” . Hujan turun seperti
“Benih yang baik tak memilih tanah; ia memilih tekad orang yang menanamnya.” . Hujan baru saja selesai. Sisa-sisa air menempel
“Cinta yang tak ditata menjadi kerja, hanya akan jadi candu yang melelahkan; dan kerja yang tak ditautkan pada cinta, hanya
“Kadang, keheningan lebih pandai membela kita daripada seribu penjelasan.Ia bekerja diam-diam, menumbuhkan kepercayaan di tanah yang sempat kering.” . Hujan