Home cerpen sastra
“Pada akhirnya, yang paling menyakitkan bukan ditinggalkan orang lain.Yang paling menyakitkan adalah ketika kita sadar: selama ini kita meninggalkan diri
“Ada urusan yang tak selesai bukan karena nasib menunda, melainkan karena kita terlalu lama menyepelekan detail yang sejak awal meminta
“Cinta yang dewasa tidak selalu datang untuk menetap. Kadang ia datang untuk mengajar: cara pulang, cara melepaskan, dan cara tetap
“Di beberapa rumah, cinta tidak pernah diucapkan dengan kata-kata. Ia tidak hadir dalam pelukan panjang atau kalimat manis sebelum tidur.”
“Kadang kita tidak kehilangan kesabaran—kita hanya akhirnya berani mengakui: nilai hidup kita selama ini terlalu sering dititipkan pada mulut orang
Ada cinta yang menyala seperti api—menghangatkan, membakar, sekaligus membutakan. Dan ada hidup yang tetap menuntut kita waras, bahkan saat hati