Home cerpen kompas minggu Halaman 9
“Yang pelan-pelan justru bertahan lebih lama.” . Pagi yang Menggesa Maya bangun bukan karena mimpi indah, melainkan deretan notifikasi ponsel
“Di kota yang bising, kata-kata yang lembut justru paling lama tinggal di dada.” . . Pagi di Atas Trotoar Jakarta
“Waktu tak bisa kembali, tapi selalu bisa dibereskan—jika kita tega merapikan hati sendiri.” .Pagi di Jakarta bukan sekadar waktu, melainkan
“Jangan jadi raja di mulut, tapi budak di diri. Kuasai dirimu—baru kuasai langkahmu.” . Hujan Jakarta turun seperti butir-butir kaca
“Manusia itu laku, bukan kata. Jalan adalah kitab; pulang adalah tafsir.” . Hujan awal Desember turun secermat penjahit tua, menyulam
“Kadang-kadang, kepemimpinan tidak lahir dari panggung besar,melainkan dari keputusan kecil yang menyelamatkan martabat orang lain.” . Bukan Lagi Soal Siapa