Home cerpen kompas minggu Halaman 8
“Kadang yang paling berharga bukan gedung yang menjulang, melainkan satu sikap kecil yang membuat manusia merasa ada.” . Jakarta, selepas
“Setiap perempatan menyimpan rahasia: siapa yang berani menunggu, siapa yang diam-diam menyerah, dan siapa yang tetap melangkah meski lampu tak
“Setiap langkah di kota adalah puisi yang ditulis di trotoar basah—hilang oleh hujan, tetapi tetap meninggalkan bekas di hati.” .
“Kehadiran adalah bisikan lembut yang sering kita abaikan, hingga keheningan mengajarkan betapa riuhnya arti kehilangan.” “Kehadiran sejati tak diukur dari
“Hidup bukan tentang sorot lampu, melainkan tentang keberanian belajar pelan-pelan setiap hari di hadapan cermin ekspektasi.” . Malam turun di
“Ada batas tipis antara sabar dan menyerah; di sanalah manusia diuji untuk memilih: diam yang mematikan, atau suara yang menyelamatkan.”