Home cerpen kompas minggu Halaman 13
“Kadang yang paling menyakitkan bukan karena ditinggalkan… tapi karena tetap tinggal, tapi tak dianggap.” — Ayunda, dalam sunyi yang tak
“Kadang rumah tetap berdiri, tapi pintunya kita simpan di dada. Agar keluar-masuknya hati hanya lewat keberanian.”“Waras bukan hadiah dari keadaan;
“Yang paling berat dari sebuah langkah bukan telapak yang meninggalkan jejak,melainkan hati yang harus sanggup merelakan arah.” “Terkadang yang membuat
“Tidak semua yang diam itu rela; sebagian adalah doa yang kelelahan mencari pintu.” “Beberapa kepergian tidak meninggalkan suara. Ia hanya
“Jangan tunggu aba-aba untuk jadi berguna. Terkadang langkah pertama yang kau ambil tanpa disuruh, justru yang menyelamatkan segalanya.” “Orang yang
“Setiap kali kau marah pada sesuatu, tanyakan pada dirimu: jika besok aku tiada, apakah marah ini pantas menghabiskan waktuku yang