Home cerpen kompas minggu Halaman 12
“Persahabatan yang paling jujur lahir dari kebiasaan sederhana: menyapa, mendengar, dan menunggu giliran untuk mengerti.”“Kamu boleh mengejar langit, tapi jangan
“Strategi yang baik adalah seperti jalan sunyi—ia tidak berisik, tidak silau, tetapi menuntun banyak kaki sampai tujuan.” . Jakarta.
“Yang pelan-pelan justru bertahan lebih lama.” . Pagi yang Menggesa Maya bangun bukan karena mimpi indah, melainkan deretan notifikasi ponsel
“Di kota yang bising, kata-kata yang lembut justru paling lama tinggal di dada.” . . Pagi di Atas Trotoar Jakarta
“Waktu tak bisa kembali, tapi selalu bisa dibereskan—jika kita tega merapikan hati sendiri.” .Pagi di Jakarta bukan sekadar waktu, melainkan
“Jangan jadi raja di mulut, tapi budak di diri. Kuasai dirimu—baru kuasai langkahmu.” . Hujan Jakarta turun seperti butir-butir kaca