Home Cerpen Indonesia
Satu guru, tiga jalan, dan pertanyaan yang tak pernah selesai. . “Seorang guru tidak pernah benar-benar meninggal.Ia hanya berhenti berbicara,
“Hidup tidak selalu mengubah kita lewat peristiwa besar. Kadang ia hanya menyentuh bahu kita lewat hal kecil yang selama ini
“Ada orang yang pandai memperbaiki jam, tetapi terlambat menyadari bahwa yang rusak bukan waktunya, melainkan hati orang-orang yang ia paksa
“Yang paling mahal dari hidup bukanlah mata uangnya, melainkan harga diri yang tetap utuh ketika dunia menilai manusia dari kurs,
“Kadang jalan hidup tampak halus, bersih, dan meyakinkan. Padahal yang menentukan kita jatuh atau selamat bukan permukaannya, melainkan apa yang
“Yang dipamerkan belum tentu dimiliki dengan tenang.Yang dimiliki dengan tenang, sering justru tak ingin dipamerkan.Sebab pada akhirnya, manusia tidak hancur