Pagi di Jakarta itu selalu punya cara sendiri untuk terlihat “baik-baik saja”. Seolah kemacetan, target, notifikasi, dan janji-janji rapat yang
“Kadang musuh paling kejam bukan orang lain, tapi cara kita memperlakukan diri sendiri. Maka, sebelum menuntut dunia minta maaf, belajarlah
“Kadang yang kita kelola bukan sekadar bisnis, tapi jiwa yang terluka karena lupa bagaimana caranya beristirahat.” . “Yang mengejar angka
“Jangan terpesona oleh jabatan; terpesonalah oleh daya juang yang sabar dan cara berhenti yang tepat. Pada akhirnya, nilai manusia diukur
“Orang bertahan bukan hanya karena gaji yang tinggi, melainkan karena hati yang merasa dihargai. Ketika hati kehilangan tempatnya, kaki akan
“Ada saatnya bertahan adalah keberanian, namun lebih sering, melangkah pergi adalah bentuk tertinggi dari mencintai diri sendiri.” “Hujan itu tidak