“Di kota, topeng paling rapi pun akan retak saat perut lapar, badan lelah, dan masa depan terasa terancam. Saat itu,
“Ada luka yang tidak butuh disembuhkan—hanya butuh diakui. Seperti daun yang gugur: ia tidak kalah, ia sedang pulang ke tanah.”
“Ada wajah yang tampak seperti halaman kosong—padahal di baliknya, ada huruf-huruf kecil yang hanya Tuhan sanggup membacanya.” . Ia dipanggil
“Kadang keluarga tidak memberi jawaban—mereka memberi cermin. Dan di cermin itu, kita melihat luka yang selama ini kita sebut ‘biasa’.”
“Yang paling melelahkan bukan bekerja.Yang paling melelahkan adalah merasa harus selalu berarti.” . Jam itu tidak pernah disebut dalam rapat.
“Ada orang yang tidak membuatmu kagum saat datang,tapi membuatmu kehilangan arah saat ia tidak ada.” . Langit Jakarta sore itu