Jeffrey Wibisono V.
  • Home
  • Profile
  • Blogs
  • Support me and locals
. “Kadang kota hanya memberi kita lampu merah, tapi hati yang tulus selalu menemukan jalan untuk pulang.”

Menunggu Hijau yang Tak Kunjung Datang

“Setiap perempatan menyimpan rahasia: siapa yang berani menunggu, siapa yang diam-diam menyerah, dan siapa yang tetap melangkah meski lampu tak
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   September 14, 2025
Cerpen sastra urban tentang Program Makan Bergizi Gratis: piring, doa, dan martabat. Emosional, filmis, menyentuh—merekam harapan keluarga di kota basah.

Piring yang Menyalakan Harapan

“Makan bukan sekadar soal perut; ia adalah cara paling sunyi sebuah bangsa menjaga harga diri anak-anaknya, agar besok bisa berdiri
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   September 13, 2025
Cerpen urban Jakarta yang mengharubiru tentang Prasena: dimanfaatkan, bermanfaat, menata batas diri. Sederhana—begitulah cara hidup jadi lebih tenang.

Garam di Kota Basah

“Dimanfaatkan bukan berarti hina; justru di sanalah letak rahasia hidup: kita hadir untuk memberi arti, meski sering dilupakan setelahnya.” .
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   September 13, 2025
Cerpen urban tentang Wiradirja mencari kerja di Jakarta: doa, penolakan, persahabatan, dan pintu rezeki yang akhirnya terbuka. Emosional, filmis, menyentuh.

Pintu yang Belum Terbuka

“Kadang kita tak perlu melihat seluruh peta, cukup memegang satu kompas kecil: hati yang percaya bahwa Tuhan masih memegang kemudi.”
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   September 12, 2025
Cerpen urban Jakarta yang mengharubiru tentang kehadiran, kehilangan, dan pulang—kisah Adipati, Mira, dan Kertanegara yang menanam jejak di kota.

Pada Trotoar Kita Belajar Pulang

“Setiap langkah di kota adalah puisi yang ditulis di trotoar basah—hilang oleh hujan, tetapi tetap meninggalkan bekas di hati.” .
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   September 12, 2025
Cerpen urban yang mengharukan tentang harga mimpi: kesepian, salah paham, lingkaran mengecil—namun lahir ketenangan bagi UMKM lewat Lumbung di riuh Jakarta.

Biaya Sebuah Mimpi

“Di kota yang tak pernah tidur, mimpi bukanlah hiburan malam, melainkan hutang yang harus dibayar dengan kesepian dan keberanian.” .
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   September 12, 2025
  • «
  • 1
  • …
  • 42
  • 43
  • 44
  • 45
  • 46
  • 47
  • 48
  • …
  • 146
  • »

Search

My Recent Post

  • Cermin Flexing
  • Hening Dalam Gemuruh
  • Buku Namaku Adalah Identitas, Brandku Adalah Warisan
  • Pilihan Perempuan
  • Tujuh Malam untuk Pulang
  • Api yang Belajar Menjadi Lampu
  • Rasa yang Tertinggal
  • Tepuk Tangan yang Tidak Pernah Datang
  • Cermin-cermin
  • Sebelum Telepon Itu Tak Lagi Berdering

Share To Your Circle

  • Support me and locals
  • Cart
  • My Account

Copyright © 2026 Jeffrey Wibisono V. . All rights reserved

back to top