Jeffrey Wibisono V.
  • Home
  • Profile
  • Blogs
  • Support me and locals
Cerpen emosional tentang Umar yang belajar bertahan dari penderitaan di tengah kota. Kisah haru, filmis, logis, menyentuh hati pembaca.

Jalan Sunyi di Kota yang Tak Pernah Tidur

“Tak ada seorang pun yang bisa melindungimu dari penderitaanmu. Satu-satunya jalan adalah bertahan dan melewatinya.” . Luka yang Tak Terucapkan
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 22, 2025
Cerpen urban bergaya Kompas Minggu tentang Gen Z, self-leadership, dan cara memimpin lintas generasi di kantor—filmis, emosional, jernih, dan menyentuh.

Kota yang Belajar Memimpin Dirinya

“Di kantor, yang sering saling salah kira bukan niat, melainkan cara.Yang tua mengira sabar adalah diam, yang muda mengira berani
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 21, 2025
Cerpen filmis tentang Joko di hotel kota yang mengubah perebutan kuasa menjadi debat ide dan perbaikan proses. Menyentuh, logis, dan memanusiakan kerja.

Kota, Konflik, dan Air yang Mengalir

“Konflik bukanlah musuh. Yang menjadi musuh adalah ketika kita membiarkan ego lebih keras dari akal, dan diam lebih lantang daripada
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 21, 2025
Cerpen urban Surabaya tentang Jaya, Kuning, dan korek kayu yang menyalakan empati: perubahan, filosofi Jawa, dan keberanian menjadi manusia yang selalu baru.

Kupu-Kupu dari Api

“Kamu tidak akan pernah menemukan orang yang sama dua kali, bahkan di orang yang sama sekalipun.” . Malam itu Surabaya
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 21, 2025
Cerpen urban bergaya Kompas Minggu tentang Gen Z & Milenial di kantor Jakarta—empati, fleksibilitas, pitutur Jawa, dan kepemimpinan yang menyalakan manusia.

Kentongan di Tengah Notifikasi

“Di tengah bisingnya notifikasi, suara kayu kentongan mengingatkan: teknologi bisa menggantikan cara, tapi tidak pernah menggantikan rasa.” . Hujan baru
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 20, 2025
Kisah Umarmaya di Jakarta: memilih diam saat difitnah, menjaga jarak, dan tetap bekerja baik. Cerita mengharubiru tentang memulihkan diri di kota yang bising.

Ketika Diam Menjadi Suara

“Yang mengerti akan tetap mengerti, meski kita tak berkata apa-apa. Yang memilih buta, tak akan melihat walau kita menyalakan pelita.”
  • Creative Thinking Creative Thinking
  •   August 20, 2025
  • «
  • 1
  • …
  • 65
  • 66
  • 67
  • 68
  • 69
  • 70
  • 71
  • …
  • 157
  • »

Search

My Recent Post

  • Selepas Gelora
  • KEBIASAAN — Yang Diam-Diam Menulis Nasib Kita
  • Semangat Gagal
  • KESempatan KEDUA
  • Superioritas
  • Nanti
  • Headcount
  • Kemaruk
  • Versi Lain
  • Carilah!

Share To Your Circle

  • Support me and locals
  • Cart
  • My Account

Copyright © 2026 Jeffrey Wibisono V. . All rights reserved

back to top