Hotelier Profile – Jeffrey Wibisono V. – @namakubrandku 2018-04-23T10:18:25+00:00

Saya, Jeffrey Wibisono V. menghadirkan website Imagination, Dedication and Passion dari dorongan teman-teman yang mendukung cita-cita saya.

I am jeffreywibisono, presenting this Imagination, Dedication and Passion website from strong support of my network. They are friends, business clientele, colleague, and definitely family and relatives.

Tanpa segala perencanaan ternyata Imagination, Dedication and Passion telah bergerak mengalir begitu saja menyusuri karir saya di bidang perhotelan. Memulai karir dari jabatan terendah dan climbing up the ladder secara perlahan. Hingga kemudian dalam sepuluh tahun terakhir ini posisi pekerjaan dan jabatan  penempatan untuk saya berada di beberapa pre-opening hotel. (dihitung dari sejak saya meninggalkan Bali di Desember 2003). Dua tahun saja saya meninggalkan Bali dan kembali mengabdi di pulau ini sampai sekarang sejak bulan Desember 2005

Imagination, Dedication and Passion for a jeffreywibisono is something that flowing like water. Let it flow and enjoy the process. I started from lowest position entry in career and slowly went up the ladder into Executive Commitee level. In recent years, I am in numbers of pre-opening hotels as General Manager.

Imagination untuk pemikiran kreatif saya. Pengejawantahannya ke tulisan berupa puisi dan sejenisnya. Dedication untuk sumbangsih saya berbagi pengetahuan dengan semua yang memerlukannya. Passion untuk kesetiaan saya menjalani karir di industri perhotelan dan pariwisata pada umumnya

Imagination to me is a creativity. I wrote poems and make some touch to my social media pictures that beyond only my face, but a story telling picture. While dedication is an activity that make me delighted to share my having, especially thoughts and knowledge. Lastly Passion is to the my career path that keeping me growing in the hospitality and tourism industry.

Some say that saya, Jeffrey Wibisono V. is one of high caliber professionals Sales & Marketing di industri perhotelan dan pariwisata Bali. Tetapi, secara jujur dan rendah hati saya ingin mengatakan bahwa saya masih terus-menerus menimba ilmu dari banyak orang juga dari berbagai media. Mungkin salah satunya adalah anda yang sedang membaca halaman ini. Kekaguman saya kepada orang lain tiada pernah henti. Terhadap mereka yang memiliki persamaan maupun perbedaan dengan saya. I am not in competition with no o ne neither or I have no desire to play games of being better than anyone. I am simply trying to be better than the person I was yesterday.

Some say that jeffreywibisono is one of high caliber professionals Sales & Marketing in the hotel industry in Bali. I, however, keep learning from others. From one who might read also this page. I am so simple and admire a lot of people with different capabilities and skills within my circle. I am not in competition with no o ne neither or I have no desire to play games of being better than anyone. I am simply trying to be better than the person I was yesterday.

Adalah suatu proses yang panjang dan lama that actually ate up my whole life, perlu konsistensi juga kesetiaan menekuni suatu profesi. It is called passion. Saya bukan secara kebetulan berada di industri perhotelan dan pariwisata. Dan Bali adalah yang membesarkan saya sebagai hotelier di industri ini.

It is a long process to be a today’s jeffreywibisono. It actually ate uo my whole life. I need to put consistency and loyalty to work deeply in a profession and to me it is called passion. Honestly I am not a coincidence to be in the hotel’s industy. I wanted it when I was at senior high school and it was my goal to be a professional Public Realtions in a luxury hotel. And Bali is the one that raised me as a hotelier in this industry.

 

Bermula dari cita-cita seorang anak remaja di bangku SMA yang ingin menjadi Public Relations sebuah hotel. Selelah lulus dengan ranking yang membanggakan, kemudian ditentang oleh ayah untuk melanjutkan studi di akademi pariwisata dan perhotelan. Seorang ayah yang menghendaki anaknya menjadi seorang dokter atau insinyur pertanian atau menyandang gelar prestisius lainnya.
Tetapi… dengan berjalannya waktu yang ticking in any second, cita-cita saya tercapai. Saya dipromosikan menjadi Public Relations & Account Manager di Ramada Bintang Bali. Saya mendapat penghargaan tingkat tinggi atas nama profesi. Tanpa mencari pengakuan dan mengikuti berbagai kompetisi maupun perlombaaan, hanya dengan komitmen dan dedikasi terhadap pekerjaan. Saya dua kali dikalungi medali perak terpilih sebagai Public Relations simpatik hasil seleksi media pariwisata berbahasa Inggris,Bali Travel News.

Apakah cukup sampai cita-cita tercapai dan berhenti disitu? Ternyata tidak!
Dari awal, perjalanan karir saya telah diatur oleh orang lain. Karir yang zig-zag. Kesempatan praktek di dalam dunia perhotelan dan pariwisata tanpa harus masuk sekolah formal. Berpindah-pindah tempat kerja, aktif berorganisasi, sehingga sampailah saya di karir puncak dengan spesialisasi  General Manager pre-opening boutique hotels dan kembali ke my passion, Sales & Marketing. A high profile in hotel industry in Bali, a hotelier.

Setelah melalui rangkaian panjang di bidang sales & marketing, juga general manager di beberapa hotel/perusahaan, inilah saya saat ini.  Passion and Dedication yang harus dijalani selanjutnya adalah sebagai profesional dengan spesialisasi pre-opening hotel boutique yang menampilkan konsep khusus bagian dari Imagination. Ya… saya hanya memilih untuk bekerja di hotel-hotel yang akan menampilkan konsep khusus beyond the classical service standard. Saat ini saya sedang fokus berkarya bersama AMNAYA Resort Kuta sebagai episode lanjutan dari rebranding Alaya Resort Kuta, di Bali.

Sudah sempatkah Anda membaca dan memiliki buku berjudul – Hotelier Stories Catatan Edan Penuh Teladan – yang telah saya terbitkan 10 Desember 2016?

Inilah DEDIKASI saya. Saya menuliskan kumpulan ilustrasi realitas tentang apa saja yang bisa saya kerjakan selama berkarir di industri perhotelan pada khususnya. Buku itu bisa terbit karena dukungan banyak orang yang turut mendisiplinkan saya dalam mewujudkannya.

 

***

Selama Darah Masih Mengalir

Hidupku

Kini saatnya

Aku harus memutuskan untuk pergi

Melangkah menjauh merangkai jutaan kata-kata ke depan

Memahami situasi kekinian

Tanpa niatan balik menyakiti

Ada rasa jengah

Ada rasa khawatir

Ada rasa kehilangan

Tetapi

Ketika tidak ada lagi alasan untuk bertahan

Saat itulah kaki-kaki ini melaju pasti

Menghidupkan impian yang hidup

Mewujudkannya

Dalam hitungan Detik Menit Jam

Dalam hitungan Hari Bulan Tahun

Bersama aliran darah di tubuhku

Selama darah mengalir di tubuhku

Cintaku

Apa kabar cinta?

Bagaimana mungkin dibilang begitu mudah

Tidak mungkin pula dibilang selalu indah

Saat ini semua cintaku terbang melayang bermain di awang-awang

Pernah mencintai

Pernah dicintai

Pernah saling mencintai

Gejolak hati

Datang dan pergi silih berganti

Masih ada cinta kasih di dalam helaan nafasku

Selama darah masih mengalir di tubuhku

Dukaku

Perjalananmu bersamaku adalah sepanjang usiaku

Begitu banyak rahasia  dan cukup menjadi masa lalu

Biarlah tidak usah diungkap

Biarlah tersimpan di benak

Biarlah keluar mengalir bersama air mata kemudian hilang terhapus jemari tangan yang mengusapnya

Biarlah lenyap bersama hembusan nafas diantara helaannya yang tak berwujud tak berwarna

Duka adalah palu gadaku

Duka adalah pembentukku

Duka adalah pelajaran hidupku

Duka adalah sumber kekuatanku

Duka adalah geliat gelinjang hariku

Selama darah masih mengalir di tubuhku

Hidupku

Sepanjang aliran darahku seumur hidupku

Aku telah mendapatkan banyak kepercayaan

Aku telah menjalani banyak kebahagiaan

Aku telah banyak melakukan kesalahan

Aku telah mengalami berjuta kekecewaan

Aku pernah remuk redam

Aku bersyukur atas semua pelajaran hidup itu

Selama darah masih mengalir di tubuhku

Bali, 24 September 2014 – jeffreywibisono

×
hi jeffreywibisono..